Cara Pemilihan Lokasi dan Pembuatan Bak Pemeliharaan Larva Udang Skala Rumah Tangga

Oleh :
R. Abimanyu, S.Kel.

Pendahuluan

Lokasi dan desain bak pemeliharaan larva udang, merupakan salah satu bagian paling penting dalam usaha budidaya pembenihan udang ini. Lokasi dan desain bak pemeliharaan larva yang sesuai akan memudahkan dalam pemeliharaan dan pengelolaan dalam budidaya, termasuk diperoleh efisiensi dan penghematan sehingga dapat menekan potensi kegagalan budidaya, juga mampu mengurangi biaya produksi.
Maka, pada bagian ini, kita akan memahami cara memilih lokasi budidaya, juga cara penempatan dan pembuatan bak pembenihan udang skala rumah tangga. Dan diharapkan dapat menjadi peluang berwirausaha bagi masyarakat terutama yang tinggal di wilayah pesisir. Yang pada akhirnya mampu meningkatkan taraf pendapatan dan ekonomi keluarganya.  
Untuk lebih lengkapnya berikut ini petunjuk cara pemilihan lokasi dan pembuatan bak pemeliharaan larva udang yang disarikan dari Buku Petunjuk Menuju Budidaya Udang Semi Intensif dan Pembenihan Udang Skala Rumah Tangga yang dipublikasikan oleh Badan Pendidikan dan Latihan Pertanian, Departemen Pertanian Tahun 1990, dan juga dari beberapa literatur lainnya.

Manfaat Memahami Cara Pemilihan Lokasi dan Pembuatan Bak Pemeliharan

Perlu dipahami, manfaat dari memahami cara pemilihan lokasi dan pembuatan bak pemeliharaan yaitu :
  • 1.  Dapat memilih lokasi dan desain yang sesui sehingga usaha pembenihan udang skala rumah tangga ini dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
  • 2.  Diharapkan pula usaha pembenihan udang skala rumah tangga ini dapat dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.


Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasia pemeliharaan larva udang setidaknya memiliki 3 persyaratan, yaitu :
1.     Lokasi pemeliharaan sebaiknya dekat dengan pantai agar pengambilan air laut serta membuangan limbah mudah dilakukan. Sehingga tidak mencemari lingkungan perairan. Sedangkan persyaratan air laut yang sesuai untuk pembenihan udang diantaranya :
a.       Jernih
b.      Bebas dari pencemaran
c.       Salinitas / kadar garam berkisar antara 28 – 32 ppt
d.      pH air sekitar 7,8 – 8,3
e.      Kandungan bahan organik < 30 ppm
f.        Kadar nitrat < 1 ppm
g.       Kadar amoniak , 2 ppm
2.       Tersedia tenaga listrik yang mengalirkan aliran listrik selama 24 jam penuh.
3.       Tidak jauh dari lokasi pertambakan dan sumber induk serta nauplius, atau sebagai patokan lain
a.       Dari lokasi induk masak telur dapat dicapai kurang dari 3 jam perjalanan.
b.      Dari lokasi pemasok nauplius dapat dicapai kurang dari 12 jam perjalanan.
c.       Dari lokasi pertambakan udang dapat dicapai kurang dari 12 jam perjalanan.

Penempatan dan Pembuatan Bak Pemeliharaan

1.     Penempatan Unit Pembenihan
Beberapa hal yang menjadi pertimbangan diantaranya :
a.   Penempatan bak pemeliharaan hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam pengelolaan dan pemeliharaan sehari-hari.
b.  Bak ditempatkan di tempat terbuka sehingga akan diperoleh sinar matahari yang cukup. Hal ini dimaksudkan agar :
-          Suhu air pemeliharaan optimal sesuai kebutuhan larva udang.
-          Pakan hidup yang disediakan dapat berkembang dengan baik.
c.  Tempatkan bak alga berdekatan dengan bak pemeliharaan larva agar pengambilan alga dan pemberiannya ke dalam bak mudah dilakukan.
2.       Bentuk, Bahan dan Ukuran Bak Pemeliharaan Larva Udang
a.  Bak untuk pemeliharaan larva dapat berbentuk empat persegi panjang. Sudut bak dibuat melengkung  dengan jari-jari 30 cm untuk memperlancar sirkulasi air dalam bak, kotoran serta sisa metabolik tidak terkumpul dan memudahkan pembersihan bak. Dasar bak sebaiknya dibuat miring kearah tempat pembuangan air (sudut kemiringan 2-5 derajat) agar memudahkan pengurasan dan pembersihan. Dasar dan dinding bak harus halus sehingga kotoran, jamur dan parasit yang menempel mudah dibersihkan. Bahan untuk pembuatan bak dapat terbuat dari kayu, semen, maupun fiber glass. Bak semen dibuat dari beberapa pasangan batu dibeberapa bagian ditambahkan kerangka beton sebagai penguat. Ukuran bak dari semen umumnya 2 x 5 x 1,2 meter, sedangkan bak pemeliharaan larva yang dibuat dari kayu umumnya mempunyai ukuran 2 x 4 x 0,8 meter.

contoh ukuran bak pemeliharaan larva udang


b.   Bak pemeliharaan larva dilengkapi dengan bak panen yang ditempatkan pada mulut pipa pengeluiaran air. Ukuran bak ini umumnya 1 x 0,50 x 0,40 meter. Bak penen ini dilengkapi dengan saringan panen.
contoh bentuk dan ukuran bak pemeliharaan larva dan bak panen larva


c.   Bagian atas bak pemeliharaan larva ditutup dengan penutup dari plastik yang agak tembus cahaya. Sehingga dapat meneruskan panas sinar matahari ke dalam bak. Dengan demikian suhu air dalam bak akan tetap hangat dan stabil. Oleh karena itu sebaiknya digunakan plastik berwarna biru atau oranye.
bak pemeniharaan larva udang, wadah budidaya alga dan bak pemeliharaan artemia

Penutup

Demikian cara pemilihan lokasi dan pembuatan bak pemeliharaan larva dalam budidaya pembenihan udang. Secara singkat untuk mengetahui apakah lokasi pemeliharaan sudah tepat, adalah dengan mempertimbangkan beberapa hal, yaitu :
  •  Secara teknis lokasi tersebut membuat budidaya menjadi dapat dan juga mudah dilaksanakan.
  • Secara ekonomis menguntungkan, karena pemilihan lokasi mampu menekan banyak biaya
  • Tidak menimbulkan pencemaran yang merusak lingkungan juga menimbulkan konflik dengan warga sekitar.


Artikel ini merupakan bagian dari Tutorial Pembenihan Udang Skala Rumah Tangga

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama