Pemeliharaan Larva Udang Skala Rumah Tangga (Tahap 2 : Perawatan)


Oleh :
R. Abimanyu, S.Kel.

Pendahuluan

Tahap kedua ini adalah tahap Perawatan larva udang dari fase nauplius sampai dengan Post Larva. Seperti dijelaskan sebelumnya, secara garis besar, pada penjelasan tentang pemeliharaan larva udang skala rumah tangga terbagi menjadi beberapa tahap, meliputi :
  • 1.       Persiapan
  • 2.       Perawatan
  • 3.       Pengendalian Penyakit
  • 4.       Panen dan Penanganan paska panen.

Pada tahap kedua ini diharapkan memperoleh manfaat yaitu memahami cara perawatan larva udang yang baik, berupa cara pemberian pakan, mengatur air dan mengendalikan penyakit untuk menghasilkan benur dengan mutu baik dan juga memperoleh benih udang yang memiliki keberlangsungan hidup yang tinggi.

1.     Pemberian Pakan

Cara pemberian pakan yang disarankan adalah sebagai berikut :
a.       Perhatikan ketepatan jumlah dan waktu pemberiannya. Kelebihan makanan dapat menyebabkan penurunan kualitas air dan blooming plankton sehingga membahayakan hidup larva udang, sedangkan kekurangan pakan dapat menyebabkan kematian larva udang.
b.      Amati bentuk dan tingkah laku dari larva yang dipelihara. Setiap fase (substadium) memiliki organ tubuh yang berbeda, cara gerak serta jenis makanan yang berbeda pula.
-          Larva umur sebelum 3 hari (stadium nauplius) belum memerlukan pemberian pakan, karena masih memiliki cadangan makanan dalam tubuhnya.
-          Umur 3-5 hari (stadium Zoea dan Mysis) keadaan tubuh masih terbatas dan mengambil makanan dengan menyaring air, berikan makanan alga dan pakan buatan. Jenis alga yang dapat diberikan antara lain : Speletonema costatum, Chaetoceros calcitran dan Tetraselmis chuii. Atau selengkapnya dapat dilihat di tabel pada Bab cara budidaya alga sebagai pakan alami. Sedangkan pakan buatan yang diberikan berupa tepung yang dijual umum.
-          Pada stadium Mysis III, larva mulai diberikan Artemia dan pakan buatan berupa tepung.
c.       Sejak stadium PL-5 (Post Larva usia 5 hari) diberikan flake atau pakan buatan berupa lempengan tipis sebagai tambahan.

JENIS DAN DOSIS PAKAN LARVA PADA BERBAGAI TINGKATAN
Tingkatan
Jenis Pakan
Ukuran Partikel (mikron)
Dosis per pemberian (gram)
Frekuensi per hari (kali)
Nauplius





*)      **)

***)

Zoea 1
Alga, PB
30 – 50
0,5
6
Zoea 2
Alga, PB
50 – 75
0,5
6
Zoea 3
Alga, PB
50 – 75
1,0
6
Mysis 1
PB
75 – 100
1,0
7
Mysis 2
PB
75 – 100
1,5
7
Mysis 3
PB, Artemia
75 – 100
2,0
7
PL 5-10
Flake, Artemia
100
2,0
7
PL > 10
Flake, Artemia, Crumble
>100
3,0
7
Keterangan
*) dengan kepadatan antara 20.000 – 30.000 cel/cc untuk karva dari Zoea ke Mysis
**) PB = Pakan Buatan, frekuensi pemberian PB = 8x perhari, pakan hidup 1-2 kali/hari.
***)  Gram per ton kapasitas bak

2.     Pengaturan Air

Tujuan dari pengaturan air adalah untuk menjaga kualitas agar tetap prima. Cara yang dalat dilakukan untuk menjaga kualitas air ini adalah.
a.       Mengamati kondisi air. Meliputi aspek fisik, kimia maupun biologis. Caranya adalah amati dengan rutin secara langsung antara lain :
-          Kekeruhannya.
-          Ada tidaknya blooming plankton
-          Warna air
-          Ada tidaknya gelembung-gelembung kecil dipermukaan air sebagai akibat kelebihan pakan.
b.      Pada tingkat Mysis 3, kebersihan dasar bak diperiksa dengan cara disiplon sebentar. Maksud penyiphonan adalah untuk menghindari tertumpuknya kotoran didasar bak.Air penyiphonan diperiksa. Bila berbau berarti kotor dan penyiphonan diteruskan hingga bersih.
c.       Penyiphonan dilakukan dengan selang plastik berdiameter 1,5-2 cm yang diikatkan pada tongkat bambu.
d.      Gantilah air dengan iar baru apabila air pemeliharaan berkurang akibar penguapan maupun proses penyiphonan. Dalam penggantian air diusahakan agar alirannya tidak menimbulkan pergerakan masa air yang terlalu kuat, maksudnya agar larva udang tidak stres.
Alat Siphon

Penutup

Demikian bab pemeliharaan larva udang tahap 2 yaitu Perawatan berupa tahap pemberian pakan dan pengaturan air, sedangkan tentang pengendalian penyakit dibahas pada bab selanjutnya. Secara garis besar, tahap perawatan ini meliputi cara pemberian pakan yang sesuai dengan fase perkembangan larva udang juga cara mengetahui kualitas air dan cara pembersihannya agar larva terhindar dari kematian akibat kualita air yang buruk dan penyakit.
Maka dari itu pada postingan selanjutnya. Kita akan memasuki sub bab berikutnya, yaitu tahap pemeliharaan larva udang tahap 3 : Pengendalian Penyakit. 

Artikel ini merupakan bagian dari Tutorial Pembenihan Udang Skala Rumah Tangga

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama