Peralatan Penunjang Dalam Pemeliharaan Larva Udang Skala Rumah Tangga


Oleh :
R. Abimanyu, S.Kel.

Pendahuluan

Meskipun hanya skala rumah tangga, tetap dibutuhkan berbagai peralatan penunjang dalam pemeliharaaan larva udang untuk menjaga jalannya budidaya dapat berlangsung dengan baik. Sebagai contoh, keberadaan genset sebagai alat cadangan sumber aliran listrik untuk blower jika tiba-tiba aliran listrik dari PLN mengalami gangguan/pemadaman. Jika tidak dipersiapkan, bisa saja terjadi kegagalan budidaya karena kematian larva yang kekurangan oksigen.
Oleh karena itu, selain peralatan bak budidaya larva udang, bak budidaya alga juga wadah budidaya artemia. Kebutuhan peralatan penunjang budidaya juga perlu dipersiapkan dengan baik. Berikut ini bebrapa peralatan penunjang dalam pemeliharaan larva udang skala rumah tangga.

1.     Blower (high blow)

Blower yang umum digunakan adalah yang berkekuatan 40-80 watt. Blower tersebut juga lengkap dengan bagian tambahannya seperti selang, batu dan pengatur aerasi. Adapun fungsi batu aerasi adalah untuk menyebarkan gelembung udara yang dikeluarkan oleh blower yang diatur banyaknya udara yang keluar dengan alat pengatur aerasi. Gelembung udara yang keluar dari batu aerasi menjadi gelembung-gelembung kecil sehingga semakin banyak oksigen terlarut yang dihasilkan di dalam air. Selain itu blower juga menjaga dan membantu pelepasan gas beracun dari air sebagai NH3  dan partikel makanan tetap melayang-layang di dalam air, tidak mengendap dan memicu timbulnya amonia.

2.     Pompa air

Pompa air digunakan untuk memompa air laut sewaktu mengisi atau mnambah air laut ke dalam bak pembenihan udang. Tipe pompa yang digunakan adalah pompa air yang tahan terhadap air laut. Juga memiliki debit air 10 liter / detik atau pompa dengan tenaga listrik 125 watt yang memiliki daya hisap minimal 3 meter dan daya dorongnya kurang lebih 8 meter.

3.     Genset

Seperti dijelaskan pada bagian awal tadi, bahwa walaupun ada saluran listrik PLN, sebaiknya pada usaha pembenihan udang skala rumah tangga juga tersedia generator set (genset). Genset digunakan bila sewaktu-waktu aliran listrik PLN mati. Pentingnya terutama untuk menghidupkan blower. Tipe genset yang umum digunakan berkekuatan 1500 watt.

4.     Saringan Makanan

Kegunaan saringan makanan ini adalah untuk menyaring makanan sehingga sesuai dengan lebar bukaan mulut larva udang. Makanan yang terlalu besar tidak dapat dimakan larva udang sehingga tersisa dan dapat menyebabkan penurunan kualitas air dalam bak pemeliharaan. Untuk itu pakan buatan yang akan diberikan kepada larva sebaiknya disaring terlebih dahulu sebelum diberikan.
Berikut ini beberapa ukuran saringan yang sesuai dengan perkembangan larva udang :
  • 1.       Larva stadium zoea, ukuran saringan 30-40 mikron dan dapat dipakai juga kain sablon dengan kode T-90.
  • 2.       Larva stadium mysis, ukuran saringan 75-100 mikron, dapat juga dipakai kain sablon ukuran T-61.
  • 3.        Larva udang stadium post larva, ukuran saringan di atas 105 mikron, dapa digunakan kain sablon ukuran T-45.

Jadi, saringan makanan yang diperlukan berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan larva berdasarkan dengan tingkat pertumbuhan larva. Kain penyaring ini biasa disebut juga sebagai plankton net. Bentuk saringan ini biasanya berbentuk kerucut atau dapat juga berbentuk lembaran net biasa yang di letakkan pada gayung atau mangkuk plastik.
saringan makanan

5.     Ember dan Gayung

Peralatan ember dan gayung sebaiknya digunakan yang berwarna terang/cerah untuk mempermudah melihat larva maupun kotoran yang ditampung di dalamnya. Berikut beberapa jenis ember dan gayung yang diperlukan :
  • 1.       Ember pakan, berupa ember gantungan dengan ukuran 10-20 liter. Ember ini dipergunakan untuk menyumpan makanan larva udang sebelum diberikan.
  • 2.       Waskom panen, yaitu ember yang memiliki bukaan mulut lebar dan tidak terlalu dalam. Alat ini dipergunakan untuk mempermudah sewaktu diadakan sampling juga pada saat menhitung jumlah benih saat panen.
  • 3.       Ember siphon, ember ini sebaiknya berupa ember tinggi dan diberi 3 lubang pembuangan air, sedangkan pada sisi atas ember ini dilapisi saringan untuk menampung kotoran yang disedot (disiphon) dari bak larva.
  • 4.       Gayung, berukuran antara 1 sampai 1,5 liter. Digunakan untuk menyebar pakan.
  • 5.       Mangkok berdiameter 10-15 cm dengan volume 50-100 cc digunakan untuk menghitung benih pada saat panen.

6.     Saringan Panen

Saringan panen dipasang pada bak panen, memiliki ukuran panjang 80 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 30 cm. terbua dari kasa pastik atau kain kelambu yang diberi bingkai di bagian atasnya. Saringan ini sesuai dengan namanya, digunakan untuk mengumpulkan larva udang pada saat panen.

7.     Saringan Pipa Pemasukan

Saringan pipa pemasukan air laut diperlukan untuk menjamin kebersihan dan kejernihan air serta menyaring hama-hama yang mungkin ikut terbawa dan dapat membahayakan larva budidaya. Saringan ini dapat dibuat dari bahan karpet tipis.
saringan air masuk

8.     Saringan Pengeluaran Air

Saringan pengeluaran air dibuat dari pipa paralon berukuran 3 inchi yang dilubangi segi empat dan dibungkus dengan saringan dari kain trililin. Dipasang pada bagian dalam bak pemeliharaan dan berguna untuk mencegah keluarnya larva pada waktu pengeluaran air.
saringan air keluar

9.     Peralatan Lain

  • 1.       Tabung oksigen
  • 2.       Selang siphon
  • 3.       Serok/seser
  • 4.       Gelas
  • 5.       Alat ukur benur

Penutup

Demikian peralatan penunjang dalam pemeliharaan larva budidaya pembenihan udang. Peralatan ini sebaiknya disiapkan sebelum mulai budidaya.
Setelah Pembuatan bak budidaya alga, wadah budidaya artemia, juga pembuatan bak pemeliharaan larva, serta mempersiapkan semua peralatan penunjang. Maka proses selanjutnya. Kita akan memasuki berikutnya, yaitu tahap pemeliharaan larva udang. 

Artikel ini merupakan bagian dari Tutorial Pembenihan Udang Skala Rumah Tangga


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama