Cara Pembenihan Udang Skala Rumah Tangga


Oleh :
R. Abimanyu, S.Kel.

Latar belakang

Indonesia saat ini berpotensi menjadi negara penghasil udang terbesar di dunia. Dengan potensi panjang pantai yang dapat difungsikan menjadi produktif usaha budidaya pertambakan, mencapai 2,8 juta hektar. Sedangkan yang baru termanfaatkanhanya 21,64 % atau 605.000 hektar.Dan khusus tambak udang, baik Vannamei maupun Windu hanya 40% dari angka tersebut, atau  sekitar 242.000 hektar.
Hal ini tentu menjadi peluang yang sangat besar untuk dapat menjadikan udang sebagai komoditas utama hasil budidaya pertambakan di Indonesia dan menjadi negara eksportir udang terbesar di dunia. Karena menurut Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr. Ir Slamet Soebjakto. M.Si, dalam sebuah talk show yang diberitakan oleh kumparan.com bahwa bidang Aquakultur merupakan bidang yang paling siap memasuki revolusi industri 4.0. mengutip dari data BPS tercatat ekspor udang Indonesia dalam lima tahun terakhir tumbuh rata-rata 6,43 persen. Sedangkan menurut catatan KKP, volume ekspor udang hingga akhir tahun 2018 diyakini naik dari 147 ribu ton pada tahun 2017 menjadi 180 ribu ton. Sedangkan nilai ekspor naik dari USD 1,42 miliar tahun 2017 menjadi USD 1,80 miliar. Atau meningkat sekitar 15% setiap tahunnya.
Namun, seperti yang dijabarkan oleh katadata.co.id bahwa saat ini Indonesia kalah dengan India, Vietnam, Equador,Tiongkok, Thailanddan Indonesia. Padahal negara-negara tersebut tidak memiliki garis pantai sepanjang Indonesia.
Sebab itu, banyak cara dilakukan guna meningkatkan potensi perikanan, khususnya komoditas udang di Indonesia. Beberapa diantaranya yang sudah dikembangkan adalah budidaya udang Supra intensif yang mencapai kepadatan 400 ekor / m3 air, sampai dengan teknologi yang terbaru untuk memaksimalkan produksi dengan teknologi mikrobuble untuk budidaya udang Vannamei ultra intensif yang di klaim mampu meningkatkan produksi udang dengan kepadatan hingga 1000 ekor / m3 air.
Teknologi yang kini telah dipatenkan tersebut dapat diharapkan dapat menjadi solusi bagi peningkatan produksi udang. Namun apakah teknologi itu mampu menjawab dan menjadi solusi akan tingginya biaya produksi pada budidaya udang ini. Sebab hal itu menjadi hambatan petani tambak kecil dengan permodalan terbatas untuk dapat berkembang. Salah satu permasalahan lainnya, tentu menyiapkan benur berkualitas yang mampu diproduksi sendiri dalam skala rumah tangga. Agar petani tambak mampu mengurangi besarnya biasa produksi termasuk pengadaan benih yang sampai saat ini dimonopoli oleh perusahaan maupun pengusaha besar yang memiliki modal dan peralatan pembenihan.
Pembenihan udang skala rumah tangga ini dilaksanakan dengan teknologi sederhana dan menggunakan modal yang relative kecil. Namun jumlah benur yang dihasilkan mampu memenuhi beberapa hektar tambak udang skala semi-intensif. Pembenihan udang skala rumah tangga ini dapat dilaksanakan oleh keluarga dan dapat ditempatkan dipekarangan rumah ataupun di sekitar lingkungan perkampungan. Sehingga dapat juga memberikan peluang lapangan kerja dan pendapatan para petani tambak.
Oleh karena itu, manfaaat dari pembenihan udang skala rumah tangga ini diantaranya :
  • 1.      Tersedianya benur yang cukup dan mutu yang baik hasil pembenihan sendiri. Sehingga,
  • 2.  Tercapainya efisiensi biaya produksi termasuk menekan biaya pengadaan benur bagi petani tambak. Terlebih jika pembenihan ini dilaksanakan bersama-sama oleh beberapa petani tambak maupun secara kelompok. Maka,
  • 3.    Dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan jika benur yang dihasilkan melimpah.

Tahapan / Kegiatan Dalam Pembenihan Udang Skala Rumah Tangga

Ada beberapa kegiatan yang harus dipersiapkan / dilakukan dalam usaha pembenihan udang skala rumah tangga. Dan terbagi dalam beberapa Bab / Postingan, yaitu :

Demikian beberapa tahapan yang diperlukan dalam memulai Pembenihan Larva Udang Skala Rumah tangga.
Semoga Bermanfaat.
Salam.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama