Pemeliharaan Larva Udang Skala Rumah Tangga (Tahap 4 : Panen dan Pasca Panen)


Oleh :

R. Abimanyu, S.Kel.


Pendahuluan

Pada usaha budidaya larva udang maka akan diperoleh hasil panen berupa benih post larva atau yang biasa disebut benur bukan udang siap konsumsi. Oleh karena itu, penanganan pada saat panen maupun pasca panen bagi benur tentulah berbeda dengan udang konsumsi. Terutama, benur merupakan benih udang yang siap untuk budidaya pembesaran.
Maka, memahami proses panen dan penanganan pasca panen penting untuk dipahami, dengan tujuan yaitu memperoleh mutu dan jumlah benur yang baik dan mencukupi kebutuhan pasar akan benur. Selain itu juga penanganan yang baik dapat mengurangi tingkat kematian benur setelah dipanen sampai ke tempat pembesaran.
Berikut ini, penjelasan cara panen dan penanganan pasca panen yang disarikan dari buku Menuju Budidaya Udang Semi Intensif dan  Pembenihan Udang Skala Rumah Tangga yang diterbitkan oleh Badan Pendidikan dan Latihan Pertanian, Departemen Pertanian. Juga dari berbagai literatur peunjang lainnya. 

1.     Pelaksanaan Panen Larva Udang

Sebelum melaksanakan proses pemanenan larva udang, ada baiknya memperhatikan ciri-ciri dari benur yang siap dipanen, beberapa ciri tersebut antara lain :
-          Bentuk badan memanjang lurus menyerupai lidi atau batang korek api kayu.
-          Benur berawarna pekat / semakin berwarna coklat kehitam-hitaman.
-          Ekor nampak berbentuk segitiga.
-          Benur siap dipanen setelah mencapai PL – 15 namun tidak lebih dari PL – 20.
Benur siap panen

Cara Panen

Guna memanen benur, setidaknya ada 2 cara pemanenan berdasarkan pada ada tidaknya bak panen.
1.       Cara panen pada konstruksi bak pemeliharaan tanpa bak panen, tahapannya meliputi :
-          Sehari sebelum panen, dasar bak dibersihkan dahulu dengan cara disiphon. Cara siphon dasar bak dijelaskan dalam bab sebelumnya tentang pengendalian penyakit.
-          Benih diseser hingga menyeluruh ke semua bagian media pemeliharaan. Tuangkan benih ke dalam ember panen atau wadah penampungan yang dilengkapi dengan aerasi, pelaksanaan dilakukan secara hati-hati.
-          Setelah lebih kurang 50% benur sudah dipanen, air di dalam bak dikurangi, kemudian diseser kembali.
-          Sisa benur yang tinggal sedikit dikeluarkan bersama airnya melalui lubang pengeluaran air dan ditampung dalam ember atau waskom.

2.       Cara panen pada konstruksi bak pemeliharaan dengan bak panen, tahapannya sebagai berikut :
-          Air diturunkan sampai dengan 40 cm sambil disaring.
-          Air media bersama-sama benur yang dipanen dialirkan ke dalam bak panen yang sudah dilapisi kain saring untuk menahan benur.
-          Benur yang terkumpul dipindahkan ke dalam wadah penampungan yang diberi aerasi kuat (untuk penampungan ini bisa dipakai bak bekas kultur alga untuk sementara).
-          Sebaiknya lakukan pemanenan secara serempak dalam 1 bak, agar tidak terjadi stress benur.
-          Usahakan benur tidak terlalu lama disimpan dalam wadah penampungan.

2.     Penanganan Pasca Panen

a.       Cara Pengemasan

-          Siapkan kantong plastik rangkap dua, kotak karton pengemasan atau styrofoam box, waskom dan tabung oksigen.  Cara membuat plastik rangkap dua agar tidak ada sudut di pojok-pojoknya maka diikat dengan karet seperti gambar berikut.
 
Cara merangkap kantong plastik
-          Masukkan air 10 liter ke dalam waskom.
-           Masukkan benur dari waskom ke dalam kantong plastik secara hati-hati. Namun, sebelum dimasukkan plastik, benur dihitung terlebih dahulu dengan takaran bola pingpong ke dalam waskom. Isilah setiap kantong plastik dengan kepadatan 3000 – 4000 ekor dengan air sebanyak 10 liter.
-          Masukkan kantong plastik ke dalam kotak karton atau kotak styrofoam. Tambahkan oksigen secara perlahan-lahan hingga perbandingan volume air dengan oksigen 1:2. Kantong plastik diikat sedemikian rupa sehingga tidak terlalu menggelembung kuat.
-          Untuk menurunkan suhu air selama pengangkutan, pecahan-pecahan es dibungkus dalam kantong plastik kecil. Bungkusan es ini ditempatkan di antara dua plastik pengangkutan benur.

b.      Cara Pengangkutan

-          Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan agar benur tetap sehat pada waktu sampai ditempat tujuan.
a.       Jarak dan waktu perjalanan.
b.      Ukuran dan kepadatan benur.
c.       Jenis sarana angkut yang digunakan.
-          Bila pengangkutan secara tertutup dengan kendaraan, hindarkan kenaikan suhu akibat panasnya mesin maupun sinar matahari.
-          Bila pengangkutan kurang dari 4 jam dengan angkutan terbuka, jagalah suhu tetap dalam keadaan stabil 27 – 29 0C.

Penutup

Demikian cara panen dan penganganan pasca panen benur. Penting untuk diingat jika ingin memperoleh benur yang bermutu, maka :
  • 1.       Lakukan pemanenan pada waktu yang tepat.
  • 2.       Gunakan cara panen dan alat yang tidak memicu stress pada larva udang.
  • 3.       Lakukan penanganan pasca panen dengan baik seperti :

-          Pengemasan pada wadah yang sesuai
-      Pengangkutan yang mempertimbangkan waktu perjalanan, ukuran kepadatan dan jenis sarana angkutan yang dipergunakan.

Artikel ini merupakan bagian dari Tutorial Pembenihan Udang Skala Rumah Tangga

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama